Kesenian Banyumas

Ehmm..kesenian apa si yang bisa dikembangkan di Banyumas??

Berbicara banyumas lagi nih…hehe ga papa dunk…kira-kira apa si selain kenthongan, lengger ataupun calung yang bisa dikembangkan dan bisa menambah ikon Kabupaten Banyumas, seperti yang telah diceritakan oleh Kak Legono (baca Profile) bahwa Kabupaten Banyumas memiliki 56 Kesenian tapi kok hanya beberapa aja yang eksis dan terus berkembang??lalu ada apakah gerangan?ternyata dulu sebelum lenggeran dan calung terkenal seperti sekarang juga pernah mengalami nasib yang sama seperti kesenian yang lain yang belum berkembang, hal ini disebabkan karena ada beberapa seniman yang masih mengharapkan materi di dalam pertunjukannya, misal: si A tidak mau mementaskan kesenian yang ada jika si A tersebut tidak dibayar sesuai dengan keinginannya, menurut saya hal ini memang bisa menjadi ancaman terhadap kesenian tersebut dalam bahasa jawa seniman terus tersebut kurang “Nguri-uri” yang artinya kurang memiliki rasa untuk melestarikan budaya yang ada dan hanya mengharap materi dari kesenian tersebut. Dimana lambat laun pasti tidak pasti kesenian tersebut semakin menghilang dikarenakan adanya patokan harga yang tinggi. Huufftt tapi mungkin niatnya melestarikan budaya tapi bisa jadi ancaman buat kebudayaan itu sendiri ya,,,
Ya sudah kembali ke judul, berdasarkan berita yang saya dapat dari berbagai sumber masih banyak lho kesenian Banyumas yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan di masa depan, saya sebutin yang saya tahu saja ya,,soalnya cuman dapet segitu si infonya hehehe nanti kalo sudah ada lagi pasti q upload deh…ok
•Munthiet
kedengarannya aneh juga si namanya, tapi keren lho..and punya dua nama yaitu jemblung tunggal di daerah banyumas terdapat di kecamatan sokaraja, munthiet dari kata “Mun” yang berarti “Nggumun” dan “Thiet” yang berarti “Melenthet” atau dalam bahasa Indonesia perut besar, saya kasih sedikit klu deh..kesenian ini semacam ketoprak tapi hanya 1 orang yang aktif dalam pertunjukan musik mulut dan menggunakan alat peraga daun-daunan besar, terkadang lucu, serius, dan kadang “ngawur” atau apa yang mau dibicarakan asal keluar…tapi ini pendapat ku lo ya…lebih jelasnya nonton aja sendiri ya,,sapa tahu minat,,Download Video disini…
•Tundhan
Nah,,kalo yang ini mungkin rada-rada berbau mitos dulu sewaktu kita kecil kalo semisal ga pulang ke rumah waktu maghrib dibawa dedemit, jadi tuh semacam sandiwara yang di arahkan terlebih dahulu oleh seorang yang membacakan awal ceritanya, dengan bahasa ciri khas banyumas membuat penonton sudah lucu hehehe…lalu ada 3 anak-anak yang memerankan peran masing-masing dan pura-pura nya mereka bermain, kesenian ini juga diselingi dengan tarian-tarian juga..lebih jelasnya nonton aja deh…pasti seru,,,,oia kalo butuh terjemahan hubungi q aja hehe Download Video disini…

News Lines

RI Ingin menjadi tuan rumah World Choir Games
Indonesia ingin menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi Paduan Suara Dunia (World Choir Games) ke-8 yang akan berlangsung pada 2014 mendatang. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) telah Selanjutnya...

Pergelaran Seni dan Budaya
Pergelaran seni dan budaya multikultur di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada hari Jumat, 28-29 Mei 2010, pukul 20.00-01.30 diawali dengan Sambutan dari Program Specialist dari kantor UNESCO Jakarta, Bapak Masanori Nagaoka, dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Bapak Harry Waluyo, dan dibuka oleh Selanjutnya...

Wayang dan Generasi Muda
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir. Jero Wacik, SE mengatakan, perlu aktualisasi agar wayang bisa diterima di kalangan generasi muda. "Salah satu terobosan yang dibuat oleh pemerintah dan sejumlah elemen masyarakat pecinta wayang adalah Selanjutnya...

Festival Indonesia di Rusia
Festival Budaya Indonesia digelar di tiga kota di Rusia, yaitu di Moskwa, Tver, dan St Petersburg dari tanggal 24 hingga 31 Mei. Festival ini merupakan Selanjutnya...

Lomba Foto Sadar Wisata
Selanjutnya...

Culture..........

Indonesia-Iran Punya Hubungan Sejarah dan Budaya Panjang Selanjutnya...

Kebudayaan dalam 5 tahun ke depan
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir.Jero Wacik, SE menyatakan, program kebudayaan dalam lima tahun ke depan diarahkan untuk Selanjutnya...

Pamong Budaya Harus Jalankan fungsi Pengawasan
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir. Jero Wacik, SE mengatakan, pamong budaya harus menjalankan fungsinya sebagai Selanjutnya...

Permainan Tradisional VS Permainan Modern
Ngomong-ngomong soal permainan,,,,jadi inget waktu masih kecil (SD) dulu,,setiap setelah pulang sekolah atau ga waktu liburan pasti asyik sekali jika bermain bersama-sama dengan teman-teman seumuran, dulu waktu saya kecil saya sering main Selanjutnya...

Budaya Tradisional VS Budaya Modern
Kebudayaan??
Mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita ya, apa si kebudayaan itu?eitzz tapi saya tidak akan membahas secara mendetail pengertian kebudayaan ini, saya anggap semuanya udah tahu pokoknya lah, ngomong-ngomong masalah budaya,,,Selanjutnya...

Menbudpar: Perlu Aktualisasi agar Wayang Diterima Generasi Muda

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir. Jero Wacik, SE mengatakan, perlu aktualisasi agar wayang bisa diterima di kalangan generasi muda. "Salah satu terobosan yang dibuat oleh pemerintah dan sejumlah elemen masyarakat pecinta wayang adalah dengan mengalihkan bahasa pengantar ke bahasa yang diinginkan dengan instrument musik, tata cahaya dan suara yang bisa diterima oleh generasi muda. Drama Wayang Swargaloka ini, adalah salah satu contohnya," kata Menbudpar Jero Wacik saat meresmikan Teater Wayang Indonesia (TWI) di Teater Kautaman, Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Minggu (21/3).

"Saya bangga banyak remaja yang terlihat sangat antusiasa menontong wayang ini," katanya saat memberi kata sambutan. Kedepan, Jero wacik mengatakan aka nada keinginan dari pemerintah untuk mengajak seniman kontemporer di bidang musik, penyelenggaraan teater, artis film dan sebagainya, untuk ikut terlibat dalam membuat wayang semakin menarik di mata generasi muda. Dwiki Dharmawan, saya bisa minta untuk membuat musik dalam wayang semakin menarik, kata Jero Wacik mencontohkan.
Lebih jauh, Menbudpar mengatakan wayang akan dijadikan oleh pemerintah sebagai sarana untuk pembentukan karakter bangsa. "Pertunjukkan Wayang sangat efektif untuk bisa membentuk nilai-nilai suri tauladan dan contoh yang baik , dengan syarat wayang tidak ditinggal oleh para remaja bangsa," katanya.
Selain itu, UNESCO yang telah menganugerahkan setenmpel terhormat wayang sebagai warisan dunia tak benda tak hanya harus dilestarikan saja. "Lebih dari itu wayang harus bisa menjadi bagian dari kehidupan di masyarakat, harus menyatu nilai-nilainya. Sebab UNESCO tidak memberi penghargaan kepada selembar kulit wayang saja, tapi nilai-nilai di balik itu, "kata Jero yang mengaku terinspirasi penuh dengan wayang sedari kecil itu.
Ketua Umum Sekretariat NAsional PEwayangan Indonesia (SENAWANGI) Solikhin berharap dengan diresmikannya TWI, wayang bisa semakin mendapat tempat di hati masyarakat. "TWI juga sekaligus sebagai salah satu sarana mendatangkan wisatawan mancanegara di DKI Jakarta ini," katanya.
Lebih dari itu Solikhin mengatakan wayang menjadi salah satu instrument penting dalam diplomasi negara. Wayang, katanya, bisa membawa nama haru Indonesia di mata dunia internasional. "Wayang harus menjadi andalan seni budaya Indonesia," katanya.
Seusai dengan Peraturan Presiden No 78 Tahun 2007 UNESCO mewajibkan kepada Indonesia, masyarakat dan komunitas inyternasional bisa melestarikan wayang. Salah satu yang sudah dilakukan pemerintah bersama SENAWANGI adalah membentuk Asosiasi Wayang ASEAN pada tahun 2006. "Asosiasi ini dibentuk untuk lebih mengenalkan wayang di mata dunia internasional, sekaligus melestariakn eksistensi wayang agar tak punah, "kata Solikhin. (Pusformas)

Menbudpar: Pamong Budaya Harus Jalankan Fungsi Pengawasan

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir. Jero Wacik, SE mengatakan, pamong budaya harus menjalankan fungsinya sebagai pengawas terdepan dalam menjaga dan melestarikan benda cagar budaya agar tidak tergusur dan hilang karena kepentingan lain.
Pamong budaya merupakan pelayan masyarakat di bidang budaya dalam upaya melestarikan dan mengembangkan budaya berupa benda (tangible) seperti situs atau cagar budaya dan budaya tak benda (intangible) seperti nilai-nilai atau kearifan lokal untuk kesejahtaraan masyarakat serta meningkatkan jatidiri dan karakter bangsa.
"Kita tidak menginginkan cagar budaya hilang karena ada pembangunan mal karena hal itu menyalahi aturan. Seharusnya cagar budaya itu tetap lestari di tengah-tengah bangunan mal, dan cara seperti ini banyak dilakukan di luar negeri," kata Menbudpar Jero Wacik didampingi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Dr. Edy Topo Ashari seusai menandatangani Peraturan Bersama tentang Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Jabatan Fungsional Pamong Budaya dan Angka Kreditnya di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Selasa (6/4).
Menbudpar mengatakan, pemerintah memiliki sekitar 1.000 pamong budaya mereka siap melayani masyarakat, termasuk dalam menjalankan fungsinya sebagai pengawas terhadap benda-benda cagar budaya agar tetap lestari dan tidak beralih fungsi. Peran pamong budaya juga harus melestarikan budaya tak benda (intangible) seperti nilai-nilai dan kearifan lokal yang membentuk jatidiri masyarakat.
Adanya Peraturan Bersama tersebut diharapkan pamong budaya yang tersebar di seluruh tanah air dapat meningkatkan kompetensi mereka sehingga dalam menjalankan perannya sebagai pelastari budaya semakin profesional. (Pusformas)

Indonesia Juara Pertama Kompetisi Tari Tingkat Dunia

Duta seni Indonesia yang diwakili para pelajar SMP Islam Al Ikhlas Jakarta berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi tari tingkat dunia the 3rd International Children Folk Dance Competition (Golden Sun Competition). Kompetisi ini merupakan rangkaian dari kegiatan the 3rd International Children Festival yang berlangsung di kota Fethiye, Mugla, Turki pada 21 " 29 April 2010.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir. Jero Wacik, SE menyambut kedatangan rombongan duta seni di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (30/4). Menbudpar memberikan kalungan bunga kepada 33 orang anggota delegasi duta seni sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat yang telah mengharumkan nama dan bangsa Indonesia serta menaikkan citra Indonesia di tingkat internasional.
Indonesia baru pertama kali mengirim tim kesenian ke the 3rd International Children Festival 2010. Keberhasilan delegasi Indonesia sebagai juara pertama dalam the 3rd International Children Folk Dance Competition (Golden Sun Competition) tersebut merupakan prestasi yang luar biasa, mengingat selama kedua kali penyelenggaraan sebelumnya kompetisi ini selalu dimenangkan oleh Negara Rusia sebagai tim favorit.
Tim Indonesia menampilkan tari Kipah, yang berasal dari Aceh. Keselarasan gerak diiringi nyanyian khas dari provinsi paling utara pulau Sumatera tersebut, tak ayal membuat penonton berkali-kali memberikan aplaus. Penilaian diberikan atas kualitas tari, kekompakan gerak, keindahan musik, ekspresi panggung, dinamika tari dan kostum. Tim Indonesia mendapat poin tertinggi diikuti Arial (juara II) dan Azerbaijan (Juara III). Selain juara I untuk kategori tari, Tim Indonesia juga mendapat juara III untuk kategori lomba menggambar.
Duta seni Indonesia dalam the 3rd International Children Festival 2010 menampilkan lima tarian tradisional yakni Tari Pendet (Bali), Tari Piring (Sumbar), Tari Satrio Watang (Jateng), Tari Pukat (Aceh), Tari Kipah (Aceh), serta angklung.
Kegiatan the 3rd International Children Festival 2010 di Turki diikuti sebanyak 16 negara yakni, Albania, Azerbajian, Bulgaria, Arial, Yunani, Indonesia, Kazakhstan, Lithuania, Moldova, Montenegro, Cyprus Utara, Rumania, Rusia, Serbia, Turki, dan Ukraina. (Pusformas)

Lomba Foto Sadar Wisata 2010 Berhadiah Rp 31,5 Juta

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (Ditjen PDP) menggelar kembali Lomba Foto Sadar Wisata 2010 dengan total hadiah Rp 31,5 juta. Lomba foto yang tahun ini untuk kedua kalinya mengangkat tema Peran Masyarakat dalam Menggalakkan Sadar Wisata di Destinasi Pariwisata Melalui Penerapan Sapta Pesona, terbuka untuk umum serta pendaftarannya dimulai pada tanggal 10 April hingga 10 Juli 2010 sebagai batas akhir penyerahan karya foto ke pihak panitia.
Dirjen PDP, Firmansyah Rahim mengatakan, tujuan diadakan lomba foto Sadar Wisata 2010 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan butir-butir Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan) melalui seni fotografi serta memupuk rasa cinta tanah air melalui Kenali Negerimu Cintai Negerimu (KNCN).
Selain itu hasil karya foto terbaik dari seni fotografi pada lomba foto tahun ini diharapkan dapat menginformasikan dan menyebarluaskan peran masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan. "Kami mengharapkan hasil karya foto Sadar Wisata 2010 dapat mendorong masyarakat terhadap pentingnya peran pariwisata dalam mensejahterakan masyarakat, "kata Firmansyah Rahim didampingi Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemenbudpar Bakri dalam jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Rabu (19/5).
Menurut Bakri, pengumuman para pemenang dan penyerahan hadiah akan dilakukan pada tanggal 1 Agutus 2010, sementara karya foto terbaik yang masuk dalam nominasi juara lomba akan dipamerkan dalam acara pameran foto yang digelar di sebuah mall di Jakarta selama tiga hari dari tanggal 30 Juli hingga 1 Agustus 2010.
Dewan juri terdiri dari lima orang yakni; Ketua, Arbain Rambey (ahli fotografi dari Harian Kompas), dan empat anggota, Sigit Pramono (ahli fotografi, Komisaris BCA), Darwis Triadi (ahli fotografi, Darwis Triadi School of Photography), Bambang Wijarnarko (ahli fotografi, Komunitas Fotografi Budpar), dan Erwin Nurdin (pemerhati fotografi, Tabloid Bandara). Para juri akan menseleksi karya foto tersebut kemudian menetapkan tujuh pemenang yaitu juara satu hingga harapan dan fovorit.
Untuk juara pertama, pihak panitia akan memberikan hadiah uang Rp 10 juta, trophy Menbudpar serta piagam, juara dua dan tiga masing-masing Rp 7,5 juta dan Rp 5 juta serta tropi dan piagam, sedangkan juara harapan satu, dua dan tiga masing-masing Rp 3 juta, Rp 2 juta, dan Rp 1 juta serta piagam. Untuk pengunjung disediakan doorprize dengan total hadiah uang sebesar Rp 3 juta. (Pusformas)

Pergelaran Seni dan Budaya Multikultur "Kresno Gugah"

Pergelaran seni dan budaya multikultur di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada hari Jumat, 28-29 Mei 2010, pukul 20.00-01.30 diawali dengan Sambutan dari Program Specialist dari kantor UNESCO Jakarta, Bapak Masanori Nagaoka, dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Bapak Harry Waluyo, dan dibuka oleh Walikota Pekalongan, Bapak dr. Haji Mohamad Basyir Ahmad.

Kegiatan ini dirancang dalam rangka menyambut Tahun Internasional untuk Pendekatan Budaya 2010 UNESCO yang bertujuan untuk membangun kesadaran multikultur.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata melalui Badan Pengembangan Sumber Daya, Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, menyambut baik tahun pendekatan budaya yang telah dicanangkan oleh UNESCO dengan melakukan upaya pengembangan kreativitas seni dan budaya sebagai jembatan membangun kesadaran multikultur sekaligus melakukan survei tentang apresiasi masyarakat terhadap pergelaran ini.

Kota Pekalongan adalah kota pertama yang dipilih sebagai pilot project (proyek percontohan) dari serangkaian kegiatan serupa yang telah direncanakan di kota-kota lain di Indonesia, karena Kota Pekalongan memiliki unsur-unsur multikultur, seperti keragamaan sosial, agama dan budaya.

Pergelaran seni dan budaya multikultur ini bertema "Kresno Gugah," menampilkan Wayang Ajen yang dipimpin oleh Grand Master Wawan Gunawan, yang telah melanglang buana ke berbagai negara dan telah mendapat berbagai penghargaan internasional berkolaborasi dengan seni budaya lokal dan seni budaya "luar" yang telah diadopsi dan diadaptasi sesuai dengan nilai, norma, dan pandangan hidup masyarakat setempat.
Dalam pergelaran ini juga dilakukan dialog interaktif dengan menghadirkan Bapak Walikota Pekalongan (Bapak dr. Mohamad Basyir Ahmad), Ketua KPU Pekalongan, Budayawan Seni Pertunjukan (Bapak Arthur S. Nalan), dan Kapuslitbang Kebudayaan (Bapak Harry Waluyo), yang dipandu oleh Bapak Gaura Mancacaritadipura, warga kehormatan Kota Pekalongan yang juga Dalang Wayang Kulit Surakarta.

Paham Multikulturalisme adalah paham yang dalam prakteknya perlu dibina melalui dialog yang konstruktif sehingga terwujud sikap dan perilaku saling menghargai dan toleran dalam batas-batas nilai, norma, hukum, dan aturan-aturan yang disepakati bersama.

Manfaat kita memahami paham multikulturalisme (Bhinneka Tunggal Ika) sebagai berikut:
(1) Kita akan saling mengenal dan saling memahami keberagaman sosial, agama, dan budaya sebagai suatu realitas sosial.
(2) Menyepakati apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan untuk kepentingan bersama.
(3) Membiasakan diri berfikir dan bertindak positif; dan
(4) Mengatasi berbagai perbedaan yang ada dengan menciptakan suasana damai untuk mencapai kesejahteraan hidup bersama di tengah-tengah keberagaman sosial, budaya, dan agama.

Kebudayaan dalam 5 tahun ke depan

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir.Jero Wacik, SE menyatakan, program kebudayaan dalam lima tahun ke depan diarahkan untuk mendukung pembangunan karakter bangsa.
"Semua program kebudayaan dalam lima tahun depan akan kami arahkan untuk membangun karakter bangsa. Oleh karena itu, anggaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) baik dalam APBN 2010 maupun usulan APBN-Perubahan sebagian besar penggunaannya untuk mendukung kegiatan strategis tersebut," kata Menbudpar Jero Wacik dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR-RI di Senayan Jakarta, pekan lalu.
Menbudpar Jero Wacik menyebutkan, dalam APBN 2010 sejumlah program antara lain untuk dukungan perbaikan sarana Taman Budaya di sejumlah daerah, dukungan kegiatan pengembangan teater Indonesia, dukungan nominasi warisan budaya tak benda ke UNESCO, maupun kegiatan revitalisasi museum dijadikan sebagai kegiatan prioritas.
Dalam rapat kerja dengan Komisi X, Kemenbudpar mengajukan usulan tambahan dana dalam APBN-P sebesar Rp 248,2 miliar. Dana tambahan tersebut antara lain untuk kegiatan revitalisasi museum sebesar Rp 20 miliar. Tahun 2010 sedikitnya ada empat museum yang akan direvitalisasi. Juga usulan tambahan dana sebesar Rp 5 miliar untuk dukungan nominasi warisan budaya tak benda ke UNESCO.
Kemenbudpar tahun 2010 menyiapkan nominasi warisan budaya takbenda ke UNESCO antara lain Tari Saman, Ukiran Jepara, Gasing dan Musik Sasando. Sedangkan tahun 2009 telah diusulkan angklung Indonesia. Diharapkan angklung Indonesia yang saat ini dalam proses, segera mendapat pengakuan UNESCO menyusul keris, wayang, dan batik.
Tahun 2010 Kemenbudpar mendapat alokasi anggaran dari APBN 2010 sebesar Rp 1,616 triliun atau mengalami peningkatan dibanding APBN 2009 sebesar Rp 1,118 triliun. (Pusformas)

RI Ingin Menjadi Tuan Rumah World Choir Games

Indonesia ingin menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi Paduan Suara Dunia (World Choir Games) ke-8 yang akan berlangsung pada 2014 mendatang. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) telah menyampaikan keingingan tersebut kepada Interkulltur Foundation Germany.
Sementara mengenai tempat penyelenggaraan 8th World Choir Games diusulkan di Bali, dengan pertimbangan karena memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Di samping itu Bali merupakan salah satu daerah tujuan utama kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman), selain daerah ini terkenal kaya dengan keragaman dan potensi budaya.
Dengan menjadi tuan rumah 8th World Choir Games tersebut citra Indonesia di forum Indonesia diharapkan semakin meningkat, selain itu event ini juga menjadi ajang promosi dalam mendatangkan wisman ke Indonesia.
World Choir Games merupakan kompetisi paduan suara terbesar di dunia, di mana setiap kali penyelenggaraannya diikuti tidak kurang dari 250 ribu peserta terdiri para peserta paduan suara, pendamping, dan unsur pendukung lainnya. (Pusformas)

Indonesia-Iran Punya Hubungan Sejarah dan Budaya Panjang

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menyatakan, Indonesia dan Iran mempunyai hubungan sejarah dan budaya yang panjang, terjalin ratusan tahun silam. Hubungan pelayaran dan perdagangan antara bangsa Arab, Persia, dan Sriwijaya di nusantara dibarengi dengan hubungan persahabatan di antara mereka. Konsekuensi dari intensitas hubungan dagang antara Persia dengan Nusantara pada akhirnya berdampak pada kebudayaan, terutama di beberapa tempat di nusantara termasuk juga dalam bidang agama, bahasa, dan kesusasteraan.
"Lebih dari 400 kata dalam bahasa Melayu yang kita gunakan saat ini diambil dari bahasa Persia. Ini salah satu bukti hubungan budaya kedua negara sudah terjalin lama, "kata Irman Gusman ketika membuka seminar internasional tentang Hubungan Sejarah dan Kebudayaan Indonesia-Iran di Museum Nasional Jakarta, Selasa (27/4).
Penyelenggaraan seminar yang berlangsung dua hari (27-28/4) atas kerjasama Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) dan Kedutaan Besar Iran di Jakarta tersebut dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik RI-Iran.
Menurut Irman Gusman, setelah Indonesia merdeka, hubungan diplomatik antar-kedua negara berjalan baik. "Bahkan setelah 60 tahun berjalan kini, kedua negara menjalin persahabatan saling menguntungkan. Untuk itu, kerja sama diberbagai bidang harus dijalin terutama dalam bidang budaya dan kesejarahan melalui seminar, penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, dan sebagainya," katanya.
Menurut sumber sejarah, kehadiran orang Muslim asli Iran atau yang disebut Po-ssu di bandar-bandar sepanjang tepian Selat Malaka, pantai barat Sumatera, dan pantai timur Semenanjung Tanah Melayu sampai ke pesisir Laut Tiongkok Selatan diketahui sejak abad 7 Masehi atau abad ke-1 Hijriah. Hubungan tersebut terjalin dalam bidang kebudayaan.
Karya-karya sastra dalam bentuk prosa dari Persia berpengaruh pula pada kesusasteraan Indonesia, misalnya kitab Menak yang ditulis dalam bahasa dan aksara Jawa yang semula ceritanya berasal dari Persia. Kitab tersebut hampir serupa dengan kitab Panji, hanya berbeda tokoh pemerannya.
Selain itu ada pula kitab Hikayat Amir Hamzah dalam bahasa Melayu. Cerita Menak dalam hikayat Amir Hamzah, biasanya ditampilkan dalam pertunjukkan wayang golek yang konon diciptakan Sunan Kudus, wayang kulit oleh Sunan Kalijaga, dan wayang gedog oleh Sunan Giri. Bahkan cerita Menak juga terdapat pada kitab Rengganis yang digemari masyarakat Sasak di Lombok dan Palembang. Selain itu seni tabot yang masih berhubungan erat dengan Persia ada di Bengkulu. Begitu pula tari Saman di Aceh.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir. Jero Wacik, SE dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Museum Nasional, Retno Sulistioningsih mengatakan, sinergi dalam menyelenggarakan event ini menjadi peluang untuk meningkatkan hubungan kedua negara. "Kami juga berharap kunjungan Anda ke Indonesia bukan merupakan kunjungan terakhir tetapi akan terus berlanjut," kata Menteri.
Selain seminar juga digelar pameran foto dan peluncuran buku Peradaban Iran dan Islam di Asia Tenggara karya Prof.Dr.Ali Akbar Velayati, Advisor for International Foreign Affair to The Supreme Leader of The Islamic Republic of Iran. (Pusformas)

Festival Indonesia Meriah di Moskwa

Hal itu disampaikan saat peresmian gala premiere Festival Budaya Indonesia yang diisi dengan penampilan kesenian dan peragaan busana karya perancang mode Indonesia dengan peragawati dari Rusia dan Indonesia diadakan di Concert Hall MIR, Moskwa, Selasa (25/5/2010) malam.

Festival Budaya Indonesia digelar di tiga kota di Rusia, yaitu di Moskwa, Tver, dan St Petersburg dari tanggal 24 hingga 31 Mei. Festival ini merupakan balasan dari kegiatan yang sama yang dilakukan Rusia di Indonesia tahun lalu di Jakarta dan Yogyakarta.

"Kebudayaan memegang peranan penting dalam meningkatkan kerja sama antara Rusia dan Indonesia," ujar Menteri Jero Wacik. Enam puluh tahun lalu, tepatnya pada 3 Februari 1950, RI-Rusia sepakat menjalin hubungan diplomatik. Tahun 1954, kedua negara membuka kedutaan besar di Moskwa dan Jakarta.

Hubungan bilateral Indonesia-Federasi Rusia makin berkembang setelah ditandatanganinya Declaration of the Republic of Indonesia and the Russian Federation on the Framework of Friendly and Partnership Relations in the 21st Century oleh Presiden saat itu, Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Vladimir V Putin, 21 April 2003 di Moskwa.

Tahun 2010, giliran Indonesia untuk menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Indonesia di Rusia dengan tema "Festival Budaya Indonesia di Rusia 2010: Colours of Indonesia" dan digelar di tiga kota tadi.

Menteri Kebudayaan Federasi Rusia Alexander Avdeyev mengatakan bahwa ia sangat menghargai kerja sama kebudayaan kedua negara dan juga sambutan hangat dari masyarakat Indonesia saat acara kebudayaan Rusia digelar di Indonesia.

Pekan budaya Indonesia yang dihadiri korps diplomatik serta "Friends Of Indonesia" dan Miss Moskow 2009 yang juga Miss Earth 2010 Nadezda Zamolodskaya diawali dengan diperdengarkannya lagu Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Federasi Rusia yang bergema di gedung di Concert Hall MIR, Moskwa, yang berkapasitas 800 orang.

Acara Festival Budaya diawali dengan tarian pembuka Tari Rakyat Gandran Bulo dari Sulawesi yang dibawakan anak-anak sekolah Moskwa berusia 7 sampai 12 tahun. Dua di antara penari itu adalah putra dan putri Dubes RI untuk Federasi Rusia, Virginia dan Abraham. Para penari tampil diiringi musik "The Rhythm of Indonesia" dengan komposer Dwiki Darmawan.

Sementara itu, Tari Lengang Betawi dibawakan oleh penari dari Tim Kesenian DKI Jakarta di bawah koordinator Nungki Kusumastuti yang dilanjutkan dengan penampilan Gebyar Batik garapan Paranditya Wintami dengan penari Putria Retno Pudyastuti, Antis Tri Cahyani, dan Nurul Dwi Utami dari Yogyakarta.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata membawa delapan seniman dari Sanggar Cantika pimpinan Reitha F Hanividya yang terdiri dari lima penari dan tiga pemusik. Mereka menampilkan Tari Pagelu dari Sulawesi Selatan, Tari Dadas Panaluh dari Kalimantan Tengah, dan Tari Mansorandak dari Papua.

Para perancang busana Indonesia ikut memeriahkan festival budaya Indonesia, seperti Stephanus Hamy yang menampilkan busana sulam tapis dari daerah Lampung, Didi Budiarjo mengangkat tema Pilgrimage yang diinspirasikan "Ballet Russes", dan desainer Tutik Cholid yang diperagakan peragawati dari Indonesia, Nien Indriyati dan Laurensia Muljadi, serta peragawati dari Moskwa. (Pusformas)

Permainan Tradisional VS Permainan Modern

Ngomong-ngomong soal permainan,,,,jadi inget waktu masih kecil (SD) dulu,,setiap setelah pulang sekolah atau ga waktu liburan pasti asyik sekali jika bermain bersama-sama dengan teman-teman seumuran, dulu waktu saya kecil saya sering main gobag sodor, loncat tali, bentengan, “Borem” (Tibo Marem), petak umpet dsb dan ini merupakan beberapa permainan tradisional yang ada di Jawa. Waktu itu lahan untuk tempat permainan sangat luas sehingga dengan leluasa kita bisa bermain dengan semangat dan gembira, tetapi setelah beranjak remaja (SMP) saya mulai sedikit bosan dan mencari permainan yang baru untuk mengusir kejenuhanku, lalu saya menemukan permainan Monopoli dimana waktu itu sangat ngetrend dan digandrungi remaja-remaja SMP.
Cerita di atas sedikit kisah ku tentang permainan yang pernah saya lakukan waktu dulu bersama dengan teman-teman saya, kalo saya bandingin dengan anak seusia q waktu dulu banyak hal yang berubah hampir 360 derajat celcius hehehe sekarang sudah ada yang namanya play station, game online, browsing internet, chating, facebook,,,huufftt hampir semua canggih dan berbau teknologi, bagus memang anak zaman sekarang sudah tidak ada yang katrok tapi sebagian dink,,hehe karna di Kabupaten Banyumas ada lho festival permainan tradisional,,,bersaing dengan festival-festival permainan modern, hampir semua elemen berkumpul disini dan berupaya saling bertukar permainan antar kecamatan. Tanpa saling membeda-bedakan dan membanding-bandingkan mana yang lebih baik, tujuan dengan diadakan festival ini adalah berupaya mengenalkan kembali permainan tradisional yang ada dengan persaingan ketat dengan permainan modern yang telah menjamur.
So…ayo..kita pertahankan permainan tradisional kita dengan selalu menjaga dan mengenalkan dengan adik-adik kita yang masih kecil hehehe

PENGANTAR



Assalamualaikum wr wb
Salam Pramuka!
Kami dari teamsoedirman Racana Soedirman Universitas Jenderal Soedirman mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kami bisa menyelesaikan web blog sebagai ajang lomba di 3rd SRSC Racana Wijaya Universitas Negeri Semarang, semoga blog ini bisa bermanfaat untuk info mengenai Konservasi Alam dan Budaya sehingga arti filosofi dari Dasa Darma yang kedua yaitu Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia bisa terwujud dan selalu bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Terima Kasih
Wassalamualaikum wr wb


Keberhasilan bukan berarti kepuasan
tak terasa hampir satu minggu sudah kegiatan SRSC di Unnes q lalui...blog ini adalah salah satu karya q yang diikutkan dalam lomba desain blog...syukur alhamdulilah q dapet juara 2..senang sekali rasanya,pengorbanan yang selama ini q lakukan bisa berbuah manis, semoga bisa bermanfaat untuk q sendiri dan racana soedirman tentunya...pertama saya sempat berpikir siapa yang akan mengelola blogq setelah menjuarai kegiatan itu, disamping karena q emang mahasiswa keperawatan...tapi apa salahnya?ya mbok?ya,,q akan berusaha tetap berkarya di dalam blog q ini..tapi q akan menitikbertkan dalam pengelolaannya pada sala satu pokja yang ada di Racana Soedirman..yaitu Pokja Kegiatan Alam Terbuka,,dimana masih bisa melanjutkan isi-isi yang nyambung dengan tema yang sudah ada yaitu konservasi alam dan budaya...cocok banget bukan??kak panggih tolong saya titip blogq ni ya...pasti q bantu untuk selalu mengupdate...okey....

Highlights
Profile Pamong Saka Bakti Budaya Selanjutnya...

Budaya Tradisional VS Budaya Selanjutnya...

15 Ribu Spesies beresiko punah Selanjutnya...

Tari Saman Unjuk Gigi di Roma Selanjutnya...

Budaya Tradisional VS Budaya Modern

Kebudayaan??
Mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita ya, apa si kebudayaan itu?eitzz tapi saya tidak akan membahas secara mendetail pengertian kebudayaan ini, saya anggap semuanya udah tahu pokoknya lah, ngomong-ngomong masalah budaya,,,ada yang ngerasa ga kalo sekarang tuh hampir remaja dan generasi muda Indonesia lebih memandang budaya modern adalah budaya yang paling sempurna, seolah-olah mereka melupakan budaya tradisional yang telah ada sebelum budaya modern tersebut ada.
Konon, budaya jawa telah ada sebelum semua agama masuk ke Negara Indonesia jadi seiring bertambahnya waktu budaya jawa mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan zaman, seperti setelah masuknya agama hindu dan budha yang telah menambah dan mengurangi budaya tersebut, tapi dengan kuatnya pertahanan nenek moyang kita, budaya jawa masih tetap dan sesuai dengan yang ada walaupun ada beberapa yang telah mengalami perubahan. Nah, sekarang kita bandingkan dengan komposisi berubahnya budaya tradisional terhadap budaya modern, saya tidak memvonis bahwa budaya modern itu jelek, seolah-olah budaya modern telah menggeser budaya tradisional. Kalo menurut saya budaya modern dan budaya tradisional memang harus berjalan dengan seimbang dan searah agar sisi baik antara budaya tradisional dengan budaya modern bisa menjadi sesuatu yang baru dan menjadi suatu budaya yang lebih baik. Karena masing-masing budaya tersebut pasti memiliki sisi positif dan sisi negatif,, nah kira-kira gimana si biar kita tidak terjerumus dari salah satu sisi tersebut yaitu sisi negatif, terutama untuk remaja yang masih memiliki mental dan perasaan yang masih labil.
Kita ambil salah satu tempat dimana merupakan tempat paling pertama dimana semua orang belajar yaitu lingkungan keluarga tapi tidak menutup kemungkinan lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara.
Memberikan pendidikan adalah tergantung dengan cara penyampaiannya, jadi sebelum kita menyampaikan apa yang kita harapkan ke orang lain kita harus bisa menjadi contoh dan menguasai apa yang akan kita sampaikan ke orang lain tersebut, tantangan sisi negatif dari budaya modern ibarat kita memasuki hutan belantara lalu kita kepergok dengan babi hutan, ular, macan, singa dan binatang buas lainnya, lalu kira-kira yang kaget terlebih dahulu siapa?orang tersebut atau binatangnya? Kalo semisal orang tersebut yang kaget dan lari, maka orang tersebut gagal mempertahankan keyakinan dan pengetahuan yang dia miliki, lain halnya jika binatang tersebut yang kaget, karena orang tersebut sudah memiliki pengetahuan dan keyakinan tersendiri dengan persiapan yang telah dilakukan, maka pergilah binatang buas tersebut karena takut dengan apa yang akan kita lakukan pada mereka.
Nah…hal ini hampir sama dengan menghadapi sisi negatif dari budaya modern ini, jika kita sudah kalah dari awal tanpa pengetahuan yang dimiliki maka ikutlah dia dengan sisi negatif tersebut……………
Teman-teman hidup memang pilihan tapi usahakan pilihlah pilihan yang terbaik untuk diri kalian masing-masing…Ok..

Profile

Nama : Kak Legono, S.Pd
TTL : Banyumas, 16 Desember 1960
Alamat: Desa Bantarwuni 04/01 Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas

Pengalaman di Kepramukaan:
1. Korps Pelatih Lemdikacab Banyumas dari tahun 2001-Sekarang
2. Pengurus Kwartir Ranting Kembaran
3. Pamong Budaya Dinas Pemuda Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas tahun 2007-Sekarang
4. Instruktur Saka Bhakti Budaya Banyumas 2005-Sekarang

Bercerita dan berbagi pengalaman dengan beliau pasti tidak akan ada habisnya untuk membahas suatu topik baik itu pramuka ataupun yang lebih condong dengan profesi beliau selaku pamong budaya yang otomatis bicara tentang budaya yang ada di Kabupaten Banyumas tercinta ini. Sekilas bapak dengan berperawakan sedang dan berkumis ini biasa-biasa saja, tetapi eh tetapi pengalaman dan pengetahuan beliau sangat patut untuk diperhitungkan. Berikut akan saya paparkan beberapa jawaban dari pertanyaan yang saya ajukan kepada beliau mengenai Saka Bhakti Budaya yang telah beliau rintis bersama 20 pamong budaya yang ada di Kabupaten Banyumas dengan komposisi sekitar 6 pamong budaya yang telah berkecimpung di dunia kepramukaan terlebih dahulu.
Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah dari 35 Kabupaten/kota yang ada, potensi yang dimiliki oleh Banyumas sangatlah kaya dan bervariasi dari berbagai aspek. Salah satunya adalah kebudayaan yang dimiliki olehnya, ada sekitar 56 jenis kesenian tersebar dibeberapa wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas meliputi kesenian musik, tari dll. Mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya kenthongan, selain Purbalingga kenthongan juga populer di Banyumas karena memang bisa dikatakan bahwa antara kedua kabupaten ini masih serumpun jika dilihat dari kedekatan wilayahnya.

Keseriusan dan ketekunan adalah salah satu kunci yang harus dipegang oleh seseorang yang akan mempelajari kebudayaan (menjadi Seniman he), begitulah ucapan pertama kali yang saya dengar dari kak legono sewaktu saya bertanya tentang bagaimana cara agar kebudayaan tetap eksis dan tetap terjaga.
Lalu cerita pun berlanjut mengenai Satuan Karya (Saka) Bakti Budaya di Kwartir Cabang Banyumas dimana merupakan satu-satunya Saka Bakti Budaya yang ada di Kwartir Daerah Jawa Tengah, dan untuk tingkat pusat pun Banyumas bersama Gorontalo dijadikan uji coba nasional mengenai Saka Bakti Budaya ini, so..suatu prestasi yang membanggakan bagi Kwartir Cabang Banyumas, karena peran dari Saka ini bisa dijadikan sebagai mitra kerja antara kwartir cabang banyumas dengan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas sehingga merupakan suatu cara untuk mengembangkan budaya lokal Banyumas seperti Calengsai yang merupakan singkatan dari Calung, Lengger, dan Barongsai dimana kesenian ini merupakan perpaduan antara dua etnis yang berbeda yaitu antara jawa (Banyumas) dengan tionghoa, tapi disini cara perpaduannya pun di tukar satu sama lain yaitu pemain barongsai dimainkan oleh orang jawa (Banyumas) sedangkan calung dan lengger dimainkan oleh orang tionghoa, hal ini memiliki tujuan agar kedua etnis ini tetap bisa menjaga rasa persatuan dan kesatuan di dalam melestarikan budaya yang dimiliki bersama.
Semakin menarik dan penasaran dalam hati saya, lalu saya bertanya mengenai Prosedur cara menjadi anggota Saka Bhakti Budaya bagaimana?beliau menjawab, kesenian adalah suatu bakat yang dimiliki oleh seseorang, tetapi bakat tersebut antara satu sama lain berbeda, maka beliau tidak memaksakan anak didik untuk diwajibkan mengikuti kegiatan yang ada jika anak tersebut merasa tidak nyaman dengan kegiatan tersebut, asal muasal dan keinginan di dirikannya Saka ini adalah di Kabupaten Banyumas terdapat SMK yang memiliki jurusan atau keahlian khusus di dalam bidang seni, dulu bernama SMKI Banyumas sekarang berubah menjad SMKN 3 Banyumas, lalu dari siswa inilah anggota Saka Bhakti Budaya ada dan dengan berjalannya waktu dari tahun 2005 sampai sekarang setiap tahunnya memiliki jumlah anggota sebanyak 60 orang, dan hal ini juga dilakukan kerjasama dengan SMA dan SMK lain yang berada di Kabupaten Banyumas. Angka 60 merupakan angka yang cukup lumayan karena kepeminatan untuk aktif di dalam gerakan kepanduan memang susah untuk dipaksakan.
Lanjut..
“Untuk latihannya sendiri dilakukan masing-masing pangkalan namun kadang sebulan sekali atau misal ada kegiatan insidental, anggota diundang di Dinporabudpar untuk melakukan koordinasi seperti kegiatan yang baru-baru ini dilaksanakan adalah Rahkala (Sejarah dan Kepurbakalaan) dimana anggota diajak menelusuri tempat sejarah dan purbakala yang ada di Kabupaten Banyumas. Selain itu juga diadakan pentas seni antar anggota yang dilaksanakan di SMKN 3 Banyumas dengan berbagai kegiatan dan anggota menampilkan keahlian dan minat masing-masing” Imbuhnya.
Wah-wah..menarik sekali ternyata ya…menjadi anggota Saka Bhakti Budaya, mungkin karena memang Pramuka adalah gudangnya ilmu jadi wajar donk kalo kegiatan yang ditawarkan juga bervariasi, ibaratnya semua orang bisa memilih dari kepeminatan yang dimiliki, kurang lebih Gerakan Pramuka memilik 10 Saka, salah satunya adalah Saka Bhakti Budaya ini, selain berperan sebagai seorang pramuka tapi juga bisa berperan sebagai seorang seniman yang terus dan terus menggali keahliannya dan selalu berusaha untuk melestarikan serta menjaga kebudayaan yang ada di Indonesia tercinta ini…terima kasih kak Legono..semoga Saka Bhakti Budaya tetap jaya dan bisa menelurkan anggota-anggota yang selalu siap sedia menjaga nama Pramuka dan budaya Indonesia juga tentunya…

Pengantar


Assalamualaikum wr wb
Salam Pramuka!
Kami dari teamsoedirman Racana Soedirman Universitas Jenderal Soedirman mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kami bisa menyelesaikan web blog sebagai ajang lomba di 3rd SRSC Racana Wijaya Universitas Negeri Semarang, semoga blog ini bisa bermanfaat untuk info mengenai Konservasi Alam dan Budaya sehingga arti filosofi dari Dasa Darma yang kedua yaitu Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia bisa terwujud dan selalu bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Terima Kasih
Wassalamualaikum wr wb

KONSERVASI ALAM

KONSERVASI ALAM

Kawasan alami atau hutan tanaman berukuran sedang atau besar pada lokasi yang curam, tinggi, mudah tererosi, berisiko longsor, dan tanah yang mudah terbasuh oleh hujan. Hutan dipertahankan guna melindungi tanah, oleh karena itu Selanjutnya...

KONSEP KONSERVASI ALAM
Konsep pelestarian alam (nature conservation) sampai hari ini masih mencari bentuk-bentuk terapan yang tepat. Persoalan lingkungan hidup mulai muncul dan berkembang sejak abad ke 17, terutama setelah manusia berhadapan dengan teknologi dan revolusi industri di Eropa Selanjutnya...

TAMAN NASIONAL
Sebuah kawasan luas yang relatif tidak terganggu, mempunyai nilai alam yang menonjol dengan kepentingan pelestarian tinggi, potensi rekreasi besar, mudah dicapai oleh penggunjung dan manfaat yang jelas bagi kawasan tersebut. Di tempat ini segala materi yang ada tidak boleh diubah, begitu pula Selanjutnya...

CAGAR ALAM
Perlindungan terhadap alam melalui cagar alam bertujuan untuk melindungi proses alam dan menjaga prose salami dalam kondisi yang tidak terganggu. Kawasan konservasi ini mempunyai maksud untuk Selanjutnya...

SUAKA MARGASATWA
Kawasan konservasi yang dikategorikan suaka margasatwa berfungsi untuk menjamin kondisi alami yang perlu bagi perlindungan spesies, kumpulan spesies, komunitas hayati, atau cirri-ciri fisik lingkungan yang penting secara nasional Selanjutnya...

TAMAN WISATA ALAM
Taman Wisata Alam merupakan kawasan alam atau lansekap dengan luasan yang kecil tapi menarik dan mudah dijangkau pengunjung. Dari segi perlindungan nilai pelestariannya rendah dan tidak terganggu oleh kegiatan pengunjung dengan pengelolaan yang berorientasi rekreasi. Contoh paling baik dari taman wisata alam ini adalah Selanjutnya...

TAMAN BURU
Habitat alam atau semi alami berukuran sedang sampai besar memiliki potensi satwa yang boleh diburu, yaitu jenis-jenis satwa besar misalnya babi, rusa, banteng dll. Tentu saja kawasan ini harus dijamin terdapat populasi yang cukup besar bagi hidupan liar tersebut. Biasanya disini Selanjutnya...

HUTAN LINDUNG
Kawasan alami atau hutan tanaman berukuran sedang atau besar pada lokasi yang curam, tinggi, mudah tererosi, berisiko longsor, dan tanah yang mudah terbasuh oleh hujan. Hutan dipertahankan guna melindungi tanah, oleh karena itu Selanjutnya...

Good News...

Indonesia Miliki Orchestra Musik Tradisional Pertama Dunia
Indonesia segera memiliki orchestra musik tradisional pertama di dunia. Bila di Barat sudah ratusan tahun memiliki musik orchestra modern yang digunakan hingga sekarang ini, di Timur akan segera lahir ochestra musik tradisional yang diwakili dari seluruh wilayah Indonesia. Orchestra musik tradisional ini tergabung dalam Indonesian National Orchestra (INO) .
"Bila dalam ujicoba orchestra musik tradisional ini berhasil, kita akan menjadi negara pertama di dunia yang memiliki national orchestra yang berbeda dengan orchestra musik umumnya selama ini yang bersumber dari barat," kata Frangky Raden, pimpinan INO saat latihan di gedung Sapta Pesona Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta, Selasa malam (4/5).
INO akan melakukan pertunjukan perdana sebagai ujicoba performance mereka di Balairung Gedung Sapta Pesona Jakarta pada 12 Mei 2010. Dalam pegelaran musik tradisional yang difasilitasi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) ini akan dihadiri para musikus kreatif termasuk para maestro musik tradisional di Indonesia.
Menurut Frangky, ada tiga hal yang mendasari berdirinya INO yakni; estetika, bisnis dan politik. Dalam hal estetika, Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan budaya musik hampir tidak terbatas. Ragam bahasa musik Nusantara telah berkembang selama sedikitnya 3.000 tahun sehingga mampu menghasilkan bentuk-bentuk estetika musik yang sangat kokoh di wilayah budaya kita dari Sabang hingga Merauke.
Dengan kekayaan bahasa estetika ini akan membuat karya musik Indonesia tak pernah kering dan selalu membawa pembaharuan. "Kekayaan bahasa estetika ini menjadi sumber dari lahirnya INO yang ke depan siap bersaing di panggung internasional dengan orchestra ternama manapun," kata Frangky yang dikenal sebagai Etnomusikolog .
Dari segi bisnis, INO akan menjadi produk budaya khas Indonesia yang memiliki nilai jual dan ekspor sangat tinggi karena keunikannya. Dengan nilai jualnya ini INO diharapkan menjadi sebuah orkestra profesional yang dapat menghidupi para pemainnya secara financial. Selain itu INO juga akan bekerja keras untuk menjadi produk unggulan industri kreatif Indonesia yang dapat bersaing di pasar musik internasional.
"Saya berharap INO menjadi wadah bagi para pemusik Indonesia yang kreatif dan jenius untuk tampil berlaga dalam gedung-gedung konser yang bertebaran di benua Eropa, Amerika, dan Asia-Pasifik," katanya.
Sementara dari segi politik, INO akan menjadi ujung tombak pergulatan ideologi antara pelbagai negara di dunia yang saat ini berlomba-lomba menyebarkan pengaruh kekuasaan dan hegemoni mereka melalui produk-produk budaya yang merupakan soft power. Seperti apa yang dikatakan oleh Immanuel Wallerstein jauh-jauh hari, kegiatan budaya dewasa ini sudah menjadi arena dari pertarungan ideologi di panggung internasional.
Melalui kegiatan budaya inilah negara-negara yang kuat menjaring lawan-lawan mereka untuk masuk ke dalam kerangka pemikiran ekonomis maupun politik yang dapat mereka kendalikan. Dalam konteks kehidupan masyarakat paska-kolonial, negara yang tidak memiliki kekuatan resistensi terhadap pertarungan budaya global ini akan mudah menjadi mangsa yang tanpa daya. "Keberadaan INO ingin memposisikan diri sebagai bentuk pertahanan dan perlawanan terhadap kekuatan dominasi dari luar yang setiap saat siap membuat kita menjadi tergantung kepada mereka khususnya ketergantungan dari musikal dan budaya," katanya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasaran Kembudpar Noviendi Makalam merasa bangga dengan banyaknya musik tradisional Indonesia yang berhasil dilestarikan sehingga mengharumkan bangsa di berbagai pentas dunia. "Kehadiran INO jelas akan memberikan warna musik Indonesia di pentas dunia apalagi sajian musiknya menarik dan unik," katanya.
Lebih dari 50 alat musik tradisional dari berbagai daerah di tanah air akan dimainkan dalam acara pegelaran tersebut. Dari alat musik tradisional itu juga ditampilkan alat musik hasil ciptaan sendiri oleh tiga orang local genius yakni Anusirwan (Sumatera Barat) yang membuat rebab besar dan perangkat perkusi metalofon baru, Bona Alit (Bali) yang membuat rebab raksasa, dan I Nyoman Windha (Bali) membuat jegog raksasa. (Pusformas)

Indonesia Jaya!!!

Tari Saman Memukau di Pesta Rakyat Roma
Tari Saman dengan gerakan dan musik yang enerjik menyedot perhatian sekitar 5.000 penonton pada pesta rakyat Festa dei Popoli yang diadakan di alun-alun Santa Giovanni di Roma, Italia. Festa dei Popoli adalah pesta rakyat tahunan digelar pemerintah kota Roma bekerja sama dengan Missionaris Scalabriniani, LSM Katolik terkemuka di Italia, kata Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Musurifun Lajawa, Selasa (18/5).
Missionaris Scalabriniani adalah LSM Katolik terkemuka di Italia yang selama puluhan tahun mengabdikan diri untuk membantu proses integrasi kaum pendatang asing dari berbagai negara ke dalam masyarakat di Italia. Selain menyajikan tarian-tarian tradisional, 42 persatuan kelompok pendatang dari 27 negara, terbesar dari Eropa Timur dan Amerika Latin, Afrika Utara, serta Asia Selatan, juga membuka anjungan budaya untuk memperkenalkan kekayaan tradisi dan budayanya.
Negara peserta Festa dei Popolo tahun ini di antaranya adalah Albania, Angola, Brazil, Indonesia, Ekuador, Kostarika, Kolumbia, Madagaskar, Mauritius, Peru, Philipina, Rumania, Slovenia, Ukraina, dan Venezuela. Anjungan Indonesia menampilkan berbagai bahan promosi budaya, pariwisata, terutama warisan budaya yang mendapat pengakuan dunia, di antaranya batik, wayang, keris dan Borobudur.
Wali Kota Roma Gianni Alemanno didampingi beberapa petinggi Missionari Scalabriniani tertarik dengan aneka motif batik yang telah menjadi warisan budaya dunia (world heritage). Poster besar komodo sebagai satu-satunya keluarga binatang purbakala, dinosaurus yang masih bertahan hidup di muka bumi ternyata mempunyai daya tarik besar pada anjungan Indonesia.
Sebagian pengunjung dan wisatawan asing juga tampak asyik berfoto-foto dengan pasangan muda-mudi Indonesia yang berpakaian khas daerah di depan anjungan Indonesia.
KBRI Roma seperti ditulis Antara memanfaatkan pesta rakyat untuk memajang spanduk dan membagikan poster mengenai pagelaran budaya Sunda yang akan berlangsung di Universitas La Sapienza, Roma, Rabu (19/5). Selain itu, mempromosikan 25th Trade Expo Indonesia yang akan berlangsung di Jakarta Oktober mendatang. Festa dei Popoli mendapat liputan luas dari media cetak dan elektronik di Italia. (Pusformas)
good job..semoga hal ini bisa menjadikan semangat baru untuk generasi muda yang lain untuk mebih menonjolkan prestasi bukan menonojolkan emosi!!OK
 
Copyright 2009 OeM_Created Oemaem Production 2010